MENU LAYANAN
CEK PERKARA
DATA PERKARA
REALISASI ANGGARAN
TRANSPARANSI
KEARSIPAN
STATISTIK
GALERI
 
 

Arsip Artikel .


INFORMASI & KEBIJAKAN UMUM

Pengadilan Agama di Era Ekonomi Syariah | Oleh: H. Muhammad Muhibbuddin (H.M.M) dan Muhammad Arif, S.Ag., M.S.I (31/3)

Pengadilan Agama Di Era Ekonomi Syariah

Oleh:  H. Muhammad Muhibbuddin (H.M.M)
(Hakim pada Pengadilan Agama Karangasem Bali)

dan

Oleh: Muhammad Arif, S.Ag., M.S.I
(Hakim pada Pengadilan Agama Bengkalis)

 

A.    Pendahuluan

Ekonomi Islam (Ekonomi Syariah) sebagai ilmu yang mempelajari usaha manusia untuk mengalokasikan dan mengelola sumber daya untuk mencapai falah (kemuliaan dan kesuksesan) dalam hidup berdasarkan pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah Muhammad SAW tidak muncul dari ruang hampa. Ekonomi Syariah tumbuh dan berkembang sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan sejarah ummat Islam di sepanjang zaman. Meskipun Ekonomi Syariah sebagai ilmu baru muncul pada tahun 1970-an namun pemikiran ekonomi Syariah dan praktek ekonomi Syariah telah ada sejak Islam diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW pada abad akhir 6 M hingga awal abad 7 M.

Di Indonesia sendiri pemikiran ekonomi syariah dan praktek  ekonomi syariah secara kelembagaan dapat dilacak dari perkembangan bank syariah. Bank Syariah di Indonesia mendapatkan pijakan yang kokoh setelah ada deregulasi sektor perbankan pada tahun 1983. Hal ini disebabkan karena sejak saat itu diberikan keleluasaan penentuan tingkat suku bunga termasuk nol persen (peniadaan bunga). Kemudian posisi perbankan Syariah semakin pasti setelah disahkan Undang-Undang Perbankan No. 7 Tahun 1992, bank diberikan kebebasan untuk menentukan jenis imbalan yang akan diambil dari nasabahnya baik bunga  maupun keuntungan bagi hasil.[1]

[1] Muhammad Syafi'i Antonio, "Bisnis dan Perbankan dalam Perspektif Hukum Islam", Jurnal Al-Mawarid Edisi VII, Februari 1999, hlm. 24.


Unduh Artikel Selengkapnya (PDF)


     Pengadilan Agama di Era Ekonomi Syariah | Oleh: H. Muhammad Muhibbuddin (H.M.M) dan Muhammad Arif, S.Ag., M.S.I (31/3)
 
     

 
MENU UTAMA

INFO BIAYA PERKARA
POLLING
Apakah anda setuju jika perkawinan beda agama dilegalkan di Indonesia?
 
KUNJUNGAN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini63
mod_vvisit_counterKemarin658
mod_vvisit_counterMinggu Ini2246
mod_vvisit_counterMinggu Lalu4191
mod_vvisit_counterBulan Ini14316
mod_vvisit_counterBulan Lalu30731
mod_vvisit_counterSeluruhnya2521358

BANNER INSTANSI
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

BANNER ORGANISASI
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner