MENU LAYANAN
CEK PERKARA
DATA PERKARA
REALISASI ANGGARAN
TRANSPARANSI
KEARSIPAN
STATISTIK
GALERI
 
 

Arsip Berita Kegiatan . Berita Pusat .


INFORMASI & KEBIJAKAN UMUM

Berita Aktual
Badilag Punya Kasubdit Mutasi Panitera dan Kabag Ortala Baru

Aziz Falahuddin, SH, MH (kiri) dan Dr. Abu Tolhah, M.Pd (kanan)

Jakarta l Badilag.net - Dua jabatan eselon III yang sempat lowong di Badilag telah terisi. Sejak pekan kemarin, dua jabatan itu secara resmi diemban oleh Aziz Falahuddin, SH, MH dan Dr. Abu Tolhah, M.Pd.

Aziz Falahuddin dilantik menjadi Kepala Sub Direktorat Mutasi Panitera dan Jurusita di Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Ditjen Badilag. Mantan Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan itu menggantikan H Dimyati Rusli, SH yang purnabhakti pada Desember 2010 lalu.

Kini pejabat yang lahir pada 17 Juni 1966 itu membawahi Seksi Mutasi I, Seksi Mutasi II dan Seksi Tata Naskah.

Sementara itu, Abu Tolhah dilantik menjadi Kepala Bagian Organisasi dan Tatalaksana di Sekretariat Ditjen Badilag. Ia menggantikan Drs. H. Endra Jumhana, SH, MM yang pensiun pada Januari 2012 lalu. Sebelumnya, alumni S-3 UIN Bandung ini menjabat Kepala Sub Bagian Kelembaagaan dan Pelaporan.

Setelah dilantik, pejabat yang lahir pada 21 Februari 1959 itu membawahi tiga sub bagian yaitu Kelembagaan dan Pelaporan, Ketatalaksanaan, dan Dokumentasi dan Informasi.

Pelantikan dan pengambilan sumpah kedua pejabat itu dilakukan oleh Sekretaris MA Nurhadi, di Gedung MA, Senin pekan lalu. Sejumlah pejabat eselon II, III dan IV menghadiri acara ini.

“Atas nama keluarga besar Ditjen Badilag, saya mengucapkan selamat kepada Pak Abu dan Pak Aziz. Semoga bisa menjalankan amanat dengan baik dan tetap bisa menjaga kekompakan kita,” kata Dirjen Badilag Wahyu Widiana.

Dirjen berpesan agar para pemimpin ini bisa bersikap tegas sekaligus menjadi teladan bagi bawahan. “Pemimpin itu kadang-kadang harus kelihatan galak. Tapi juga harus dekat dengan staf,” ujarnya.

Khusus untuk Kabag Ortala, Dirjen mengingatkan bahwa kian hari tugas yang diemban bagian ini kian berat.

“Dulu Ortala tidak begitu penting. Hanya mengumpulkan data, dokumentasi, dan sifatnya statis. Setelah ada reformasi birokrasi, sekarang tidak bisa begitu lagi. Dari 8 area yang dinilai, hampir semuanya berkaitan dengan masalah Ortala,” tandasnya.

(hermansyah)

Badilag Punya Kasubdit Mutasi Panitera dan Kabag Ortala Baru
 
     

 
MENU UTAMA

INFO BIAYA PERKARA
POLLING
Apakah anda setuju jika perkawinan beda agama dilegalkan di Indonesia?
 
KUNJUNGAN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini71
mod_vvisit_counterKemarin658
mod_vvisit_counterMinggu Ini2254
mod_vvisit_counterMinggu Lalu4191
mod_vvisit_counterBulan Ini14324
mod_vvisit_counterBulan Lalu30731
mod_vvisit_counterSeluruhnya2521366

BANNER INSTANSI
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

BANNER ORGANISASI
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner